“MENENTUKAN POTENSIAL AIR DAN POTENSIAL OSMOTIK CAIRAN SEL PADA KENTANG DENGAN METODE CHARDAKOV”


Potensial air adalah kemampuan air untuk melakukan difusi yang menggambarkan status nergi bebas air dalam sel atau jaringan tumbuhan (Nio, 2015: 49). Menurut buku Fisiologi Tumbuhan, potensial air adalah potensial kimia air dalam suatu sistem, dibandingkan dengan potensial kimia air murni pada tekanan dan suhu yang sama. Potensial air akan negatif bila potensial kimia air didalam sistem lebih rendah dari pada air murni dan akan positif bila potensial kimia air dalam sistem lebih besar dari pada air murni (Hasnunidah dan Suwandi, 2016:18). Potensial air dapat diketahui dengan menggunakan metode chardakov. Metode chardakov ini menggunakan prisnsip perbedaan konsentrasi diantara dua larutan yang kemudian dapat menjadi indikator dari potensial air. Fungsi larutan sukrosa yang berbeda konsentrasinya pada percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terhada potensial air jaringan tumbuhan yang merupakan penyebab terjadinya osmosis karena osmosis merupakan peristiwa difusi dimana antara dua tempat tersedianya difusi dipisahkan oleh membran.

Menurut Gibson 2023, metode Chardakov adalah teknik yang secara konseptual sederhana dan dapat digunakan untuk mengukur potensial air dalam jaringan tanaman. Metode Chardakov dapat digunakan untuk menentukan potensial air dan potensial osmotik cairan sel dalama jaringan tumbuhan. Dapat diketahui apabila tetesan warna mengambang naik, menandakan jaringan mempunyai potensial air yang lebih rendah dari pada larutan awal. Jika tetesan warna tenggelam hal tersebut menandakan larutan mempunyai potensial air lebih rendah dari jaringan awal. Jika tetesan warna langsung berdifusi ke dalam larutan tanpa naik atau tenggelam, menandakan tidak terjadi perubahan konsentrasi sehingga potensial air larutan sama dengan potensial air jaringan. Jika tetesan warna langsung berdifusi ke dalam larutan tanpa naik atau tenggelam, maka tidak terjadi perubahan konsentrasi, dalam hal ini potensial air larutan sama dengan  potensial air jaringan. Bila beberapa larutan dengan konsentrasi yang berbeda digunakan, biasanya akan ditemukan satu larutan yang tidak menenggelamkan ataum mengambangkan tetesan tersebut (Hasnunidah dan Suwandi, 2016: 22-23). Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, pada konsentrasi larutan 0,15 dan 0,20 larutan warna mengambang naik, karena larutan perendam jaringan telah menjadi lebih pekat, menandakan jaringan telah menyerap air, maka jaringan mempunyai potensial air yang lebih rendah daripada larutan awal. pada konsentasi 0,25 dan 0,30 larutan warna melayang turun, karena larutan mempunyai potensial air lebih rendah dari jaringan awal. Praktikum osmosis dengan metode Chardakov didasarkan pada perubahan konsentrasi larutan akibat adanya penyerapan larutan oleh jaringan yang direndam atau adanya pengeluaran cairan dari jaringan yang direndam di dalam larutan (Hasnunidah, 2019: 13). 

Berikut adalah hasil percobaan yang telah kami lakukan:

https://youtu.be/jHaEEtzzspI?si=694muDA_M-Qv-YAf



 


Berdasarkan data hasil pengamatan pertama yang telah di lakukan. Pada konsentrasi 0,15 M dan 0,20 M larutan yang diteteskan metilen mengambang baik karena perendaman jaringan mempunyai potensial air yang lebih rendah daripada larutan awal. Tegangan permukaan yang lebih rendah memungkinkan metilen untuk membentuk tetesan kecil yang dapat mengapung di atas air. Densitas yang lebih rendah membuat metilen kurang padat daripada air, sehingga tidak tenggelam. Sedangkan pada larutan dengan konsentrasi 0,25M dan 0,30M larutan warna metilen melayang atau menurun karena larutan mempunyai potensial air yang lebih rendah dari jaringan awal. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, tegangan permukaan metilen masih lebih rendah daripada air, tetapi perbedaan tegangan permukaannya semakin kecil

terimaksih, love33 dari kelompok 3 yang terdiri dari 3 orang🙌🙆



Komentar